Sabtu, 01 Oktober 2022

TEKA-TEKI JIGSAW

 

A.   Pengertian Jigsaw

Berdasarkan hasil pengembangan Elliot Aronson, menyatakan bahwa Jigsaw adalah metode pembelajaran yang bertujuan agar siswa bisa saling bergantung satu sama lain untuk meraih tujuan atau keberhasilan.

Ini merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menghasilkan responsibilitas individu dan fokus pencapaian tujuan tim. Kenapa pembelajaran ini dinamakan teka-teki jigsaw adalah karena proses ini melibatkan penyatuan tugas yang telah diberikan untuk disatukan seperti halnya teka-teki pada gambar.

B.     Praktek Jigsaw

jigsaw Setiap siswa yang ada di “kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit pembelajaran. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain, dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya.

Semua siswa dalam “kelompok awal” telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman.

Mereka kemudian berpindah ke “kelompok jigsaw” – dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas yang berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru.

Setelah menguasai materi baru ini, semua siswa pulang ke “kelompok awal” dan setiap anggota berbagi pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok “jigsaw.” Seperti dalam “jigsaw puzzle” (teka-teki potongan gambar), setiap potongan gambar – analogi dari setiap bagian pengetahuan – adalah penting untuk penyelesaian dan pemahaman utuh dari hasil akhir.

Jigsaw adalah teknik pembelajaran aktif yang biasa digunakan karena teknik ini mempertahankan tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi.

Nantinya kelas akan dipecah dalam beberapa grup, dan masing-masing grup akan diberi tugas untuk mendiskusikan sub-bagian materi, setelah diskusi sub-bagian materi selesai, maka materi akan di satukan secara utuh menjadi satu kesatuan dengan cara mempresentasikan hasil diskusi grup.

Bisa dikatakan bahwa jigsaw learning adalah penyatuan materi dari hasil diskusi siswa yang membahas sub-bagian materi yang telah disediakan oleh guru.

Kunci dari model pembelajaran jigsaw adalah pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dan pembuatan grup belajar kecil yang terdiri dari 3-5 siswa

C.    Mengapa menggunakan model jigsaw?

1.      Bisa untuk membangun pemahaman siswa.

2.      Siswa bisa didorong untuk bekerja sama dengan temannya.

3.      Bisa membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan mendengar, pemecahan masalah dan komunikasi.

 D.    Kesimpulan

Dengan pembelajaran ini ketergantungan positif siswa dengan siswa lain bisa terbangun. Ini bisa membuat siswa yang memiliki masalah seperti merasa paling benar atau tingkat egois tinggi bisa sadar dan peka bahwa manusia itu saling membutuhkan.

Selain itu model jigsaw juga bisa mengajarkan siswa untuk mengandalkan satu sama lain dan mengurangi sikap kompetitif. Karena setiap siswa saling membutuhkan semua orang dalam grupnya untuk melakukan pemecahan teka-teki atau tugas.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar