Senin, 03 November 2014
Satu Anting Rara telah pergi
hm.....untuk menulis tentang hari itu betapa hati tak kuasa untuk menahan sedih yang bergejolak di dada. masih segar dalam ingatanku tanggal 15 September 2014 bapak mertua telah pergi dengan membawa begitu banyak kenangan manis untukku. Jiwa ini benar-benar berguncang saat sholat dhuhur d'Aliyah air mata ini tak mau berhenti dan hati ini trus bergejolak ingin berjumpa dengan Bapak Tawin. begitu slesai sholat dhuhur aku bergegas pulang dan menelepon adikku diyah untuk mengantarkanku ke rumah sakit. namun belum selesai itu smuanya hpku berdering dan mengabarkan bahwa bapak telah pergi untuk slamanya. betapa dunia terasa runtuh dan hati ini remuk tak bersisa sedih kurasa kehilangan sosok bapak yang luar biasa. walaupun dia bukan bapak kandungku tapi bapak tawin slama hidupnya begitu memanjakanku. aku ingat skali ketika aku suka buah "keres" bapak setiap menjemput ibu di pasar dan pulang membawakanku buah keres, tidk hanya itu ketika aku ngidam buah jeruk bapak malam2 berangkat mencari buah jeruk sampai ke pulodadi yang lumayan jauh dari rumah. bapak.......................aku begitu kehilangan bapak, setiap melihat fotomu aku teringat akan smua yang kau lakukan untukku. bapak adalah orang baik bagiku walau di mata ibu mertua bapak adalah sosok suami yang tidak sempurna. jujur aku tidak suka kalau ibu mertua menjelek-jelekkan bapak. kenapa ibu tidak ingat akan jasa-jasa bapak untuk menafkahi keluarganya dengan susah payah bekerja di sawah, membuat bata dan merawat sapi smuay dilakukanya dengan tanggungjawab. dalam diamnya bapak slalu tersimpan rasa sayang yang luar biasa kepada keluarganya, walau hal itu tidak pernah diungkapkan kepada siapapun.
aku menyesal karena selama hidupnya aku belum pernah membahagiannya, belum pernah berbakti dan belum bisa menjadi menantu yang baik untuk bapak. Alloh jaga bapak disana dengan baik jangan sakiti beliau dan tempatkan beliau di tempat yang lebih baik daripada di dunia. Alloh..................ketika kumenulis blog ini air mata terasa tumpah dan tak sanggup menulis tapi blog ini suatu saat akan menjadi saksi untuk rara anakku kelak jika dia dewasa.
kasih kakeknya yang luar biasa akan menjadi kenangan terindah. setiap pagi habis subuh menggendong rara dan menyelimuti dengan sarungnya, setiap ke swah pulang bawa telur puyuh kesukaan rara, ketika rara menangis karena ingin mainan kuda dengan harga yang mahal bapak rela menghabiskan uangnya untuk rara tidak hanya itu bapak rela mengayuh sepedanya dari megaluh sampai ke Tunggorono untuk membelikan sepeda kecil untuk rara, smuanya untuk rara............ya Alloh lihatlah bapak adalah orang penyayang terhadap anak kecil maka sayangilah bapak disana ya Alloh..........
Allohhu Robb..............sebelum bapak tiada aku bermimpi bahwa anting rara hilang satu, aku tak menyangka kalau anting itu adalah bapak. Ya Alloh.........ampuni bapak sayangi bapak dan tempatkan di tempat terindah disana
bapak selamat jalan...................., suatu saat aku juga akan menyusulmu disana :(
Kamis, 11 September 2014
I Think macem-macem
Mengawali diary Zahrania kali ini aku memohon ampun sama Alloh karena sampai detik ini belum bisa jadi hamba yang baik. setiap hari ada saja dosa yang kulakukan entah itu tidak sengaja bergunjing, mengeluh, atau tidak jujur pada diri sendiri maupun orang lain. Ya Alloh ampuni aku, yang akhir-akhir ini sdikit menjauh dariMu al-quran juga jarang kubaca, Maaf Alloh..............Maaf...................jangan sampai karena perbuatanku ini engkau mematikan cahaya iman di hatiku.
Muhammad Rosulku, panutanku, suri tauladan bagiku maafkan umatmu ini, yang belum bisa menjadi kekasih sejatimu. Ya Rosul jika aku suatu saat bertemu denganmu tolong Ya Rosul akui aku sebagai umatmu, beri aku pertolongan ketika tak satupun yang mampu menolongku. Rosul dalam hati kecilku ku selalu berusaha untuk senantiasa bersholawat atasmu karena mengharap syafaatmu.
hari ini bapak mertua kembali sakit dan harus opnam di klinik Aulia Tinggar. bapak mertua adalah orang yang keras kepala dan kurang sabar, beliau tidak mau menghindari makanan yang bisa memicu vertigoy. tapi dari semua sifat keras kepalanya bapak adalah orang yang sangat sayang kepada anak-anaknya terutama cucunya. rara putriku senantiasa mendapatkan curahan kasih sayang darinya walau capek dari kerja bapak akan tersenyum bahagia begitu melihat rara. bahkan terkadang rela tidak istirahat hanya untuk bermain bersama Rara. hm............kalau bapak sakit seperti ini aku jadi super ribet, karena harus masak dan momong Rara sendirian. Ya Alloh beri kesehatan kepada bapak agar bisa kembali bermain, bercanda dengan cucunya (amin).
Kamis, 12 Juni 2014
Rumahku surgaku
tanggal 27 April adalah hari dimana aku mewujudkan cita-citaku untuk mempunyai rumah sendiri, dengan bekal uang seadanya dari Alloh aku nekad untuk membangun rumah. ukurang rumahku lebar 5 meter dan panjang 12 meter, dengan 3 ruang kamar, dapur, ruang tamu, ruang tengah dan teras yang sangat mungil. pada hari itu alhamdulillah banyak tetangga yang datang membantu pada hari pertama pembangunan. Alloh begitu sayang padaku hingga meluluhkan orang-orang dengan suka rela untuk membantuku. ternyata proses pembuatan rumah tidaklah mudah, ada saja bahan yang kurang dan harus membeli namun lagi-lagi Alloh menolongku dengan mudah semua masih bisa teratasi. orang tuaku juga sangat berjasa mereka membantuku dengan mengirim pasir, semen, koral, dan pasir urug semua tanpa bayar alias gratis. aku hanya membeli pasir 1dam dan itu sangat-sangat kurang. tukang yang ku sewa juga hebat (cak sul) dia pekerja keras tak kenal waktu dan itu yang bisa membuat hemat biaya karena pembangunan memakan waktu 11 hari rumah yang ku idamkan terlihat nyata.pada tanggal 22 Mei pasang gewel dan sedikit melapisi bagian depan membutuhkan waktu 3 hari. ternyata total yang kuhabiskan sekitar 11 juta padahal saat nekad bangun rumah berbekal 8 juta, aku sendiri tak menyangka dari mana tambahan itu semua sehingga bisa sampai 11 juta allahuakbar.............subhanallah...........alhamdulillah :).
sekarang aku berusaha nabung lagi dan berdoa kepada Alloh untuk diberi keluasan rizki agar pembangunan rumahku bisa dilanjutkan karena bagian atap belum tertutup rencana dalam hidupku setahap demi setahap aku yakin bisa tercapai :
1. mengatapi rumah
2. membuat jendela + pintu
3. melapisi dinding rumah secara menyeluruh
4. pasang listrik
5. mengkramik lantai
6. pindahan rumah :) :) :)
Ya Alloh di bulan syakban ini kabulkan doaku mudahkan dan luaskan rizkiku, maafkan hamba yang begitu rakus dan tidak pernah puas namun hamba berusaha untuk mensyukuri nikmat yang engkau berikan. I Love U Alloh
Langganan:
Postingan (Atom)

