A. Pengertian Jigsaw
Berdasarkan
hasil pengembangan Elliot Aronson, menyatakan bahwa Jigsaw adalah metode pembelajaran yang bertujuan agar siswa bisa saling bergantung satu sama lain
untuk meraih tujuan atau keberhasilan.
Ini
merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menghasilkan
responsibilitas individu dan fokus pencapaian tujuan tim. Kenapa pembelajaran
ini dinamakan teka-teki jigsaw adalah karena proses ini melibatkan penyatuan
tugas yang telah diberikan untuk disatukan seperti halnya teka-teki pada
gambar.
B.
Praktek
Jigsaw
jigsaw
Setiap siswa yang ada di “kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dari
sebuah unit pembelajaran. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok
lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain, dan setelah menguasai
materi lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan
menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya.
Semua siswa dalam “kelompok
awal” telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk
memastikan pemahaman.
Mereka kemudian berpindah ke
“kelompok jigsaw” – dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah
membaca bagian tugas yang berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi
pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang
baru.
Setelah menguasai materi
baru ini, semua siswa pulang ke “kelompok awal” dan setiap anggota berbagi
pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok “jigsaw.” Seperti dalam
“jigsaw puzzle” (teka-teki potongan gambar), setiap potongan gambar – analogi
dari setiap bagian pengetahuan – adalah penting untuk penyelesaian dan
pemahaman utuh dari hasil akhir.
Jigsaw adalah teknik
pembelajaran aktif yang biasa digunakan karena teknik ini mempertahankan
tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi.
Nantinya
kelas akan dipecah dalam beberapa grup, dan masing-masing grup akan diberi
tugas untuk mendiskusikan sub-bagian materi, setelah diskusi sub-bagian materi
selesai, maka materi akan di satukan secara utuh menjadi satu kesatuan dengan
cara mempresentasikan hasil diskusi grup.
Bisa dikatakan bahwa jigsaw learning
adalah penyatuan materi dari hasil diskusi siswa yang membahas
sub-bagian materi yang telah disediakan oleh guru.
Kunci dari model pembelajaran jigsaw adalah pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dan pembuatan grup belajar kecil yang terdiri dari 3-5 siswa
C.
Mengapa
menggunakan model jigsaw?
1.
Bisa untuk membangun pemahaman siswa.
2.
Siswa bisa didorong untuk bekerja sama dengan temannya.
3.
Bisa membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan mendengar,
pemecahan masalah dan komunikasi.
Dengan pembelajaran ini ketergantungan positif siswa dengan
siswa lain bisa terbangun. Ini bisa membuat siswa yang memiliki masalah seperti
merasa paling benar atau tingkat egois tinggi bisa sadar dan peka bahwa manusia
itu saling membutuhkan.
Selain itu model jigsaw juga bisa mengajarkan siswa untuk mengandalkan satu
sama lain dan mengurangi sikap kompetitif. Karena setiap siswa saling
membutuhkan semua orang dalam grupnya untuk melakukan pemecahan teka-teki atau
tugas.






