Kamis, 28 Mei 2009

Masa Kecilku


aku lahir di sebuah desa yang begitu indah dengan sungai brantasnya yang luas serta hamparan sawah menghijau membuat udara jauh dari polusi. desa itu bernama sumberagung, termasuk kecamatan megaluh kabupaten Jombang. aku lahir pukul 09.00 wib tepatnya tanggal 11 februari 1984, dari rahim seorang ibu yang penuh kasih sayang bernama samiati sedangkan bapakku seorang sopir yang baik hati seperti namanya budiman. aku lahir dalam keadaan normal dan merupakan anak ke-3 bagi kedua orang tuaku. kakakku yang pertama perempuan bernama kurniati sedangkan kakakku yang kedua laki-laki namun sayang aku tak sempat melihat wajahnya karna Allah terlalu menyayaginya hingga tak rela melepas kakak laki-lakiku untuk turun ke bumi lama-lama.
sejak kecil aku, terbiasa hidup sederhana. rumahku yang mungil berdinding bambu dan berlantai tanah. walau kondisi rumah yang memprihatinkan, namun aku bahagia karna kedua orang tuaku begitu menyayangiku.
waktu kecil aku memiliki 4 sahabat terbaik. sejak TK hingga SMP kami tumbuh bersama. rumah kami pun bersebelahan. sahabatku ini bernama Fanti, lamban, Nur, dan Agus. kami bermain bersama, menggembala kambing dengan menaiki sepeda pancal yang mungil karna sepeda itu ukuranya lebih kecil dari kami yang berusia 7 tahun. masa kecil yang indah kalau zaman sekarang terkenal dengan sebutan si bolang. aku suka bermain di sungai sambil mencari jamur putih yang nantinya di makan bersama2, selain di sungai aku teman2 hobi banget main di kuburan, dekat pohon kepuh yang batangnya besar banget. aku suka mengambil buah kepuh untuk dijadikan mainan tembak-tembakan.buah kepuh dijadikan peluru dan batang bambu dijadikan pistolnya. masa kecil aku termasuk jenis anak yang cengeng suka nagis. bila ku sedang nangis seharian pun aku kuat, kasihan ibuku yang kewalahan mengasuh aku yang katanya rewel banget. di rumah mungilku aku tak punya Tv jadi klo mau nonton aku pergi kerumah bu dhe ibunya lamban. setiap pagi habis sarapan aku nonton film bersama2 temanku, waktu itu hanya ada 2 stasiun TVRI dan TPI yang menayangkan si unyil. namun alhamdulillah...... seiring waktu ayahku yang super baik membelikanku TV walau hitam putih yang penting ada gambar dan suaranya.