Rabu, 13 Juni 2012

Untukmu suamiku

saat bahagia bersama orang tercinta, berdiri di sampingnya trasa nyaman dan s'akan tak ada beban dlm hidup ini. suamiku adalah org terbaik yang Allah kirim untk mndampingi hidupku, wlaupun ku tahu tak ada yang sempurna dalam hidup ini.
Suamiku, empat bulan sudah berlalu. Masih teringat jelas di dalam memori otakku detik-detik bahagia itu. Detik di mana malaikatpun ikut mendoakan kita. Detik di mana gerbang kebahagiaan akan kita lewati dengan ikatan perjanjian yang kuat. Mahligai akan kita bangun dengan kekuatan cinta. Mahligai yang meski sederhana, namun kokoh dan meneduhkan. Engkau sebagai raja yang arif dan perkasa melindungi dari setiap serangan. Dan aku adalah ratu yang lembut, senantiasa memberi cinta dan kedamaian serta menjaga singgasana kita.
Suamiku, empat bulan kita lalui penuh kebahagiaan. Namun sayang, kita tidak boleh berbangga diri. Jalan di depan kita masih panjang. Satu bulan hanya masa perkenalan, seperti halnya bunga krisan yang beradaptasi di lingkungan barunya.
Empat bulan hanya masa yang singkat, karena sepanjang usia kita pun takkan bisa benar-benar mengenal dua pribadi yang berbeda. Empat bulan hanya titik awal kita memulai perjalanan ini. Ingatlah suamiku, perjalanan kita nantinya tidak selalu semulus yang kita rencanakan. Akan banyak kejutan dari-Nya yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, menangis, bahkan terluka. Namun, jangan sampai gentar suamiku sayang. Tetaplah tegar dan kuat menghadapinya. Karena kita kan selalu bersama, berusaha bersabar dan mengambil hikmah di setiap kejutan itu.
Ingatkah engkau sayangku. Nasehat bijak dari orang tua kita? Beliau tak lebih tinggi pendidikannya dari kita. Namun, mereka telah melalui perjalanan yang panjang. Telah banyak bunga dan duri yang mereka temui. Dan pastinya, mereka lebih banyak mengambil hikmahnya. Maka suamiku, mari kita renungkan nasehat tersebut. Sama-sama kita perbanyak bekal dalam perjalanan panjang kita.
Sayang, aku ingin selalu menjadi bidadari untukmu. Tidak hanya di dunia sekarang, tapi juga sampai ke surga Allah kelak. Maka, tak akan mudah seperti yang ku bayangkan untuk mencapainya. Dinda juga perlu bantuan dan dukunganmu, wahai suamiku. Ingatkanlah dengan tegas setiap kesalahanku namun dengan kelembutanmu. Karena isterimu ini hanyalah tulang rusuk mu yang bengkok. Jangan kau paksakan meluruskannya, karena ia akan patah. Tapi jangan juga kau biarkan karena ia akan selamanya bengkok. Bimbinglah isterimu ini untuk meraih ridho dari mu dan terutama ridho dari Allah.
Ketahuilah suamiku, aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Begitu juga dengan dirimu. Aku hanya wanita yang bisa rapuh. Begitu juga engkau hanya lelaki biasa yang bisa menjadi khilaf. Kita hanya pribadi yang mempunyai ego masing-masing. Kita bisa mengajukan semua logika untuk merancang masa depan surga kita. Namun, kita tidak berdaya dengan kuasa-Nya. Hanya kekuatan doa lah yang bisa membantu kita. Hanya kesederhanaan pemikiran kita tentang sabar dan syukur yang bisa menyelamatkan kita.
Jangan pernah takut sayang, jika suatu saat badai datang menerjang kapal kita. Aku kan selalu mendampingimu melawan badai itu. Luruskan arah dan kembangkan layar, aku kan membantumu dengan kompas penunjuk arah yang benar. Tetaplah tabah menghadapinya karena badai itu kan mendewasakan kita hingga nantinya kita sampai ke pulau impian itu. Karena Allah tidak akan menguji kita di luar kesanggupan kita. Yakinlah akan ada terang setelah gelap malam. Kuatkanlah desain kapal kita agar anak-anak kita nantinya tetap aman di dalamnya meski kita menghadapi goncangan. Persiapkanlah untuk mereka pendidikan akhlak yang terbaik sehingga mereka bisa meguhkan perjuangan kita dan menguatkan dengan doa.
Tak banyak lagi kata-kata yang bisa kutuangkan dalam surat ini, suamiku. Karena kata takkan cukup menceritakan tiap hal yang akan kita temui. Hanya sebait puisi kesayanganku yang bisa kuselipkan di akhir surat ini.”Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Sapardi Djoko Damono)
Sekian surat dari ku untukmu suamiku. Kutitipkan doa di dalam blog ini, dan akan kkirim dengan penuh cinta kasih sayang hanya untukmu.
Dari wanita tak sempurna yang sedang belajar menjadi perhiasan dunia untukmu, sebagai isteri sholeha.
Bumi Allah, tepat empat bulan pernikahan kita……………………………

Minggu, 26 Februari 2012

hidup baru

alhamdulillah prosesi pernikahanku berjalan dengan lancar, bgitu banyak org yang datang untk memberikan doa restunya. Begitu indah meriah & penuh kebahagiaan

Minggu, 05 Februari 2012

Trowulan Mojokerto 25 Desember 2011








bintang hatiQ

foto ini di ambil pada tanggal 29 Januari 2012 di sinar bulan, calon suami tersayang slalu mrasa malu saat d'foto. sambil menunggu proses cetak kami jalan2 berdua sampai k'keraton d'tempat itu q minta d'belikan cincin untk acara tukar cincin kami yang insya Allah akan d'laksanakan pada bulan februari.

Minggu, 29 Januari 2012

Astagfiruallah..............ampuni hamba




Bertahun-tahun ku menunggu sebuah kado istimewa dari Sang Pencipta, namun kala kado itu ku terima ada sebuah perasaan yang kurang aku syukuri kenapa isi kadonya begini tidak sesuai dengan yang ku inginkan tak sesempurna yang kubayangkan, tapi aku teringat akan doaku yang membumbung tinggi ke langit ke'7 bahwa aku ingin sebuah kado yang terbaik menurut sang Pencipta. mungkin saat ini kado yang kuterima menurutku bukan yang terbaik, tapi spanjang hidupku hingga aku berumur 27 tahun Sang Pencipta tak pernah sekalipun memberikan sesuatu yang mengecewakan tapi Sang pencipta slalu memberikan yang TERBAIK. saat ini aku belum tahu di mana sisi istimewanya kado ini sehingga muncul perasaan tak puas, tak bersyukur astagfiruallah...................................ampuni hamba Ya Rabb
aku tahu siapa diri ini, makhluk yang lemah dan penuh dosa, Sang Penciptalah yang telah membuatku berharga di mata dunia. saat ini aku merasakan betapa Sang Pencipta terlalu menyayangiku, klo sudah sperti ini pantaskah aku mengeluh dan menggerutu dengan kado yang kuterima, benar-benar hamba yang sangat keterlaluan skali lagi astagfirullah..................................ampuni hamba Ya Rahman.
Seiring berjalannya waktu aku pasti akan tahu k'istimewaan kado ini, karena begitu banyak proposal yang ku ajukan, kenapa hanya dia yang Alloh terima, pasti ad "sesuatu" yang istimewa dalam kado ini, walau detik ini aku belum tahu k'istimewaanya namun aku yakin waktu yang akan menunjukkan k'istimewaannya. walau kado ini begitu banyak kekurangannya dan tak sempurna tapi itu untuk saat ini, aku yakin dengan berjalany waktu dia akan terlihat sempurna baik d'mataku maupun d'mata dunia (amin).
fase kehidupan telah kulalui, dari bayi menjadi anak-anak, dan kemudian bermetamorfosa menjadi remaja dan dewasa. kini hidupku akan menuju ke fase berikutnya dengan menunggu hitungan bulan, aku akan menjadi seorang istri akankah aku bisa menajdi s'org istri yang shaliha untuk suamiku???? aku terbiasa hidup semauku, sesukaku, dan tanpa memikirkan apapun, maka jika aku telah menjadi s'org istri duniaku tentunya akan berbeda seperti apakah nantinya??? aku tak bisa membayangkan........smoga lebih indah, berwarna dan penuh k'ceriaan (amin)
kado istimewaku telah kuterima, tak ada lagi keresahan, kegelisahan dan tetesan air mata menunggu. smoga kado ini benar-benar istimewa dalam hidupku (amin) Sang Pencipta tak pernah membuatku kecewa so kenapa aku masih saja takut klo kado ini tak s'istimewa yang kubayangkan 
Sang Pencipta maafkan hamba.........................hm......detik ini q katakan bahwa .................
Q YAKIN KADO INI BENAR-BENAR ISTIMEWA 
THANK'S & LOVE U ALLOH


Prosesi Menuju Hidup Baru

saat proses lamaran tanggal 17 juli 2011, trlihat sang cewek pakai jilbab putih lagi malu2 kucing duduk berdekatan dengan sang pangeran yang juga tertunduk malu. proses pengenalan yg trbilang cepat cuma 1 minggu itupun hasil istikhara yang membuat badanku trasa meriang karna hati sampai 100% yakin dialah sang pangeran yang slama ini ku tunggu. hingga akhirnya ku beranikan diri untk sgera d'lamar karna sjak dlu pacaran is no no no. tidak hanya alasan itu tp aku tak mau terulang ksalahan dlu d'mana q memang benar2 blm siap untk menikah hingga akhirnya takdir brkata lain dia bukan jodohku. berpetualang slama 3 tahun mencari sosok terbaik, di kala hati benar2 suka tapi Allah menolak, tp d'kala hati tak suka dia trus mendekat, bukan namany kurnia klo skali bilang gak ya akan tetap gak. aku punya sifat yg sulit untk d'takhlukkan, jurus menghindar dan sikap tegas sering ku lancarkan. wlau trkadang ad beberapa pihak yg tak trima tp Allah bgitu baik slalu brada d'sampingku untk mlindungi dri kjahatan dan qadha' yg buruk. hingga akhirnya sang cahaya hati tiba2 bersinar tak terduga dengan berbagai promosi dari berbagai pihak, d'saat hati sedng menunggu si mr.X untk berkata, namun sbagai prempuan aku sudah brusaha menunggu tapi si diay nggak buat ap? sedangkan waktu trus brputar dan Allah tahu sgala yg terbaik untukku. slesai istikhara aku pasrah dan hati telah memilih bahwa s'org laki2 brnama Nurul Anwar itulah org yg dikirim Allah untukku. yang lalu biarlah berlalu skarang adl Nurul Anwar itu yg menjadi penguasa d'hatiku :)