Minggu, 27 September 2009

MASA PERJUANGAN


Selepas dari Kusuma Bangsa aku masih terombang-ambing dengan jalan yang banyak sekali rantingnya, hingga q bingung harus memilih jalan mana. dengan keahlian komputer yang ku miliki belum juga mempermudah jalanku untuk mendapatkan pekerjaan. semua usaha telah ku coba namun belum ada hasil. dengan waktu luang yang begitu banyak aku merenungi diri dengan menambah dan mempertebal iman. setiap ba'da magrib aku mengajar ngaji anak2 d'sekitar mushola dan setiap hari minggu aku bertemu dengan teman2 spengajian dengan bimbingan Ustd.Indah aku bisa bangkit untuk menuju jalan yang terang. melihat keceriaan dan kelucuan mereka aku merasa dunia begitu indah hingga q merasa berat jika harus pergi dari desaku dan merantau ke kota. aku berdoa kepada Alloh agar aku bisa tetap bekerja skaligus bisa mengajar ngaji. selama satu thun aku menganggur begitu banyak hikmah yang bisa q petik setiap usaha yang d'iringi doa pasti akan d'bantu oleh Alloh selama kita tak pernah menyerah.
Bulan februari temanku yang bernama fanti memperkenalkan aku dengan pak Muslih orang terbaik yang pernah ku kenal. dengan bantuan pak Muslih aku bisa mendapatkan pekerjaan d'sbuah SMP negeri d'megaluh sebagai pustakawan. kesan pertama saat bertemu pak muslih adalah kumisnya yang tebal dan menakutkan he...he.......... namun akhirnya aku tahu bahwa pak Muslih adalah orang yang d'kirim Alloh untuk membantuku. sampai detik ini rasa hormat dan kagum mash ada untuk pak Muslih,bahkan mungkin sampai akhir hidupku aku tak akan bisa melupakan jasa2 beliau. selama aku bekerja sebagai pustakawan dengan satu ruangan dengan pak Muslih sedikit banyak aku tahu jalan pikiranya dan motiv hidupnya. sekali lagi aku katakan SALUT untuk pak muslih yang hebat dan banyak ide. Beliau adalah bapak dan Guru TERBAIK yang pernh ku kenal. pak Muslih adalah orang yang berjasa, setiap ketemu selalu memotivasi aku untuk disiplin dan memiliki cita2 tinggi tidak hanya sebagai pustakawan klo bisa aku harus jadi guru itu adalah wejangan yang slalu diberikan kepadaku. hingga akhirnya pada tahun 2006 aku bertekad untuk melanjutkan kuliah dengan uang gaji yang ku tabung terkumpul 300 ribu aku mendaftar d'STKIP PGRI jombang.
setelah mendaftar aku merasa lega dengan harapan untuk hidup lebih baik. sebenarnya aku menyukai pelajaran bahasa Inggris namun ketika aku sholat istikharah yang terngiang d'otakku adalah bahasa Indonesia maka dengan petunjuk itu aku memilih jurusan Bahasa dan sastra Indonesia. dengan tersenyum bangga pak muslih mengucapkan selamat kepadaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar