Sabtu, 06 Juni 2009

Masa SD sampai SMP


pada tahun 1989, berselang 5 tahun dari kelahiranku, akhirnya Alloh mempercayakan ibuku untuk mengandung anak ke-4. ibu begitu bahagia karna mengharapkan anak laki-laki yang akan menemani bapak bekerja. pada bulan agustus tepatnya tanggal 16 adikku lahir, aku begitu bahagia karna akan ada adik kecil yang akan menemaniku bermain. walau tidak sesuai dengan harapan ibu namun ibu tetap bersyukur karna memiliki anak yang begitu manis dan diberi nama Diyah Agus Setya wati. sebenarnya nama itu aku kurang setuju aku ingin adikku bernama Kurniawati karna kedua kakaknya menggunakan nama kurnia pada nama depan. namun ibu bilang biar nama ini berbeda dengan kedua kakaknya.
kami bermain bersama, dan terkadang kami berantem karna memperebutkan sebuah mainan. aku sering usil kepada adikku, dengan menggunakan garam aku masukkan ke mulutnya atau terkadang aku mencubitnya hingga dia menangis.hm.......... masa kecil yang lucu.
sejak adikku lahir kehidupan keluargaku mulai membaik. rumah mungilku berganti rupa menjadi rumah yang indah. dengan dindingnya yang kokoh karna memakai semen dan berlantai mester (lantai dengan warna hitam dari batu baterai yang sudah tidak dipakai). bapakku semakin rajin bekerja dari pagi hingga malam karna takut rumah kami tidak bisa berdiri. bapak bahkan rela tidur di dalam mobil. oh ya mobil yang dipakai bapak bekerja adalah mobil milik H. Ndar tetangga desa yang begitu baik.
aku bersekolah di SD Sumberagung 1, yang jaraknya 500 meter dari rumahku. aku berangkat sekolah dengan jalan kaki bersama ke-4 sahabatku. waktu aku SD aku berpacu prestasi dengan teman-teman karna aku ingin menjadi juara kelas. namun sayang karna otakku yang standart jadinya aku selalu ringking ke 5 atau ke 6 dalam kelas. di kelasku yang selalu juara 1 yaitu labibatul uyun anak seorang guru ngaji di desaku. ada pengalaman yang mengesankan pada waktu itu aku kelas 5 SD. aku memiliki teman yang usil bin ngeselin, dia suka sekali mengambil barangku seperti pensil,bolpoint, bahkan tipe-X dan tidak pernah mengembalikannya. aku mencoba melaporkan perbuatannya pada wali kelas namun sayang wali kelas malah menyalahkan aku dan bilang tidak boleh menuduh teman yang tidak-tidak. sejak saat itu aku bersumpah bahwa anak itu tidak akan bisa naik kelas. doa orang yang teraniaya memang benar-benar ampuh. pada waktu kenaikkan kelas, kedua teman yang usil bin ngeselin itu tidak bisa naik ke kelas 6. aku terkejut mendengar berita itu aku teringat kutukkanku, dan aku menyesal tidak seharusnya aku berkata begitu. kasihan mereka harus tinggal kelas gara-gara doaku yang tidak baik untuk mereka.
waktu UAN aku tidak bisa konsentrasi karna idolaku Nike Ardila meninggal dunia, alasan yang nggak logis banget kan???. tapi itulah, aku ngefans banget sama dia bagiku artis Indonesia yang memiliki suara emas cuma Nike ardila. sampai sekarang pun sulit mencari menggantinya. karna kurang konsentrasi dalam UAN, akhirnya danemku rendah kira2 35,36. padahal aku punya rencana untuk masuk ke SMPN 1 Tembelang, yang pada waktu itu merupakan sekolah favorit.
namun karna keajaiban doa dan Alloh begitu baik padaku akhirnya aku bisa masuk ke sekolah yang ku inginkan. padahal tahun lalu danem di sana dipatok minimal 37,00. ajaib bukan! aku bisa masuk, Alloh benar-benar sayang banget sama hambanya yang bodoh ini.
selama 3 tahun aku duduk dibangku SMP dengan begitu banyak cerita. di tempat itu aku mendapat beasiswa dari supersemar hingga aku lulus SMP. aku berterima kasih kepada presiden Soeharto yang sudah mau membiayai sekolahku. walau dia di hina dan dibilang orang kejam namun bagiku pak Harto adalah pemimpin yang baik. di SMP itu aku memiliki seorang guru agama yang benar-benar hebat dan dahsyat. Beliau tidak suka melihat hal-hal yang melanggar akidah. seperti para murid perempuan di SMP ku, banyak yang tidak berjilbab maka dia membuat suatu aturan setiap bulan ramadhan harus pakai jilbab. Beliau tidak akan segan-segan memberi nilai nol bagi siapa pun yang melanggar. sejak saat itu ilmu agamaku semakin pesat aku banyak menimba ilmu dari beliau dan aku bertekad memakai jilbab untuk selamanya. terima kasih guruku Pak Arif berkat anda aku bisa memiliki semangat untuk memperdalam agama yang selama ini sedikit ku acuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar